watch sexy videos at nza-vids!
/.

KOLEKSI BOKEP LENGKAP,BOKEP INDO,BARAT,ASIAN,JEPANG,CERITA SEX,PHOTO BUGIL.
PERHATIAN.!!!
DILARANG COLY DI DEPAN UMUM

Cara Download

Nikmatnya tubuh keluarga ku

Hari ini entah mengapa aku
merasa suntuk banget. Di rumah
sendirian, ga ada yang menemani.
Mama lagi pergi arisan, Mbak Ani
kuliah, Bik Suti lagi pergi ke pasar.
Bener-bener deh aku kesepian di
rumah. "Daripada BT sendiri,
mending nonton BF aja di kamar,?
pikirku. TV mulai kunyalakan,
adegan-adegan panas nampak di
layar. Mendengar desahan-desahan
artis BF yang cantik dan bahenol
tersebut membuat aku terangasang.
Dengan lincahnya tanganku melucuti
celana beserta CD-ku sendiri.
Burungku yang sedari tadi tegak
mengacung kukocok perlahan. Film
yang kutonton itu cukup panas,
sehingga aku menjadi semakin
bergairah. Kutanggalkan pakaian
yang masih melekat, akhirnya
tubuhku tanpa ada penutup
sekalipun. Kocokan tanganku
semakin cepat seiring dengan makin
panasnya adegan yang kutonton.
Kurasakan ada getaran dalam
penisku yang ingin meyeruak keluar.
Aku mau orgasme. Tiba-tiba..
"Anton.. apa yang kamu lakukan!!?
teriak sebuah suara yang aku kenal.
"Mama..?!? Aku kaget setengah mati.
Aku bingung sekali saat itu. Tanpa
sadar kudekati Mamaku yang cantik
itu. Tiba-tiba saja aku mendekap
tubuh Mamaku yang bahenol itu.
Kucium dan kulumat bibir tipisnya
yang seksi. Mama mencoba untuk
berontak. "Anton.. ingat, Ton. Aku
ini Mamamu?!?teriak Mama
mengingatkanku. Aku tak lagi peduli.
Salah Mama sendiri sih. Orang mau
orgasme kok diganggu. Dengan
buasnya aku jilat telinga dan
tengkuknya, kedua payudaranya
kuremas-remas sampai Mama
menjerit kesakitan. 10 menit aku
melakukan hal itu, kurasakan tidak
ada lagi perlawanan dari Mama.
Nampaknya Mama mulai terangsang
juga. Diraihnya penisku yang
menggelantung, tangan mungilnya
mulai mengocok penisku yang
kubanggakan. Dengan perlahan
kubuka baju Mama. Satu demi satu
kancingnya kulepaskan, dan
perlahan mempertontonkan
keindahan tubuh di balik kain itu.
Setelah berhasil membuka baju dan
BH-nya, kuturunkan ciumanku
menuju ke payudara Mama yang
padat berisi. Kucium dan kulumat
putingnya yang berwarna
kecoklatan itu. Terkadang kugigit dan
kupuntir putingnya, membuat
gairah Mamaku semakin berkobar.
"Uuhh..aahh..Terus, Ton.
Ya..terus..Oohh..?erang Mamaku
demi menahan nikmat yang dirasa.
"Ma..capek nih berdiri. Pindah ke
kasur aja yah..?pintaku. "Ya deh..?
suara Mama bergetar menahan
gariah yang tertunda. Kugendong
tubuh Mama yang setengah
telanjang itu menuju ke kasurku
sambil tetap kuciumi kedua
payudaranya. Kurebahkan tubuh
mungilnya, dan segera kutindih
tubuh Mamaku itu. Kuremas
payudara sebelah kanan, sedangkan
mulutku ini mengulum dan
mencucup yang kiri. Dengan
bantuan Mama, kubuka rok mini
Mamaku. Ciumanku turun ke
pusarnya. Usapan lidahku
diperutnya membuat tubuh
Mamaku semakin bergelinjang tak
karuan. Setelah kurasa cukup
bermain lidah di perutnya, kugigit
CD Mama, dan dengan gigiku kutarik
CD-nya. Dengan susah payah
akhirnya berhasil juga aku
membukanya dengan cara tersebut.
Terdiam ku sejenak, demi melihat
keindahan vagina Mama yang
terpampang jelas di depanku. "Ton,
kok malah melamun sih? Kenapa??
"Ah..enggak, Ma. Anton kagum aja
ama vagina Mama. Indah, Ma.?
"Ah..kamu bisa aja. Jangan cuma
dipandangi aja dong.? Vagina Mama
sangat indah menurutku. Disana
terdapat rambut yang lebat, dan
bentuknya sungguh sangat
menggairahlan. Kudekatkan wajahku
keselangkangan Mama. Tercium bau
khas seorang yang wanita yang
dapat membangkitkan gairah lelaki.
Kusapukan lidahku di garis vertikal
itu. Tubuh Mama membusur
menerima usapan lidahku di sana.
Kutarik klitorisnya, kugigit kecil,
kukulum dan terkadang kutarik-tarik.
Nampak dari wajahnya, Mamaku
menikmati permainanku di daerah
kemaluannya. Kumasukkan ketiga
jariku sekaligus, kubiarkan sejenak,
kurasakan lembab di sana. Dengan
perlahan kumaju-mundurkan
jemariku. Perlahan tapi pasti.
Tanganku yang satunyapun tak
tinggal diam. Kutarik klitorisnya,
kupuntir dan kupilin, membuat
tubuh Mama semakin bergoyang tak
karuan. Akupun semakin bergairah
melihat tubuh Mamaku seperti itu.
Semakin cepat aku mengocok
vagina Mamaku, bahkan aku
mencoba untuk memasukkan
kelima jariku sekaligus. Tak lama
kemudian kurasakan jepitan vagina
Mama semakian kuat, kupercepat
kocokanku. Mata Mama membeliak
ke atas dan digigit bibir bawahnya
yang seksi itu, kemudian.
"Ah..Mama mau sampai, Ton.
Ah..ah..? Dan akhirnya, Seerr..
cairan kewanitaan Mama
membasahi jemariku. Kucopot
jemariku dari liang kewanitaan
Mama, kuturunkan wajahku dan
kujilat habis air itu sampai tak tersisa.
"Ton, kamu hebat juga yah. Hanya
dengan jemarimu saja Mama sudah
bisa orgasme seperti tadi..?kata
Mamaku terengah-engah. Kami
terdiam sejenak untuk memulihkan
tenaga. Mamaku bersandar
dibahuku dengan tersenyum puas.
Jemari lentik Mama bermain-main
manja mengelus dan mengusap
penisku yang masih saja tegak
mengacung. "Ton, punya kamu
gede juga ya. Punya Papamu dulu
aja nggak sampai segede ini.? "Ah,
Mama. Anton kan malu.? "Ngapain
juga kamu malu, toh memang
benarkan.? Jemari lentik Mama
masih saja memainkan penisku
dengan manja. Seperti mendapat
mainan baru, tangan Mama tak mau
lepas dari situ. "Ma, kok didiemin aja.
Dikocok dong, Ma, biar enak.? "Ton,
Ton..kamu keburu nafsu aja.?
Perlahan Mama pindah ke
selangkanganku. Digenggamnya
penisku dengan kedua tangannya,
dijilatnya kepala penisku dengan
lidahnya. Bergetar seluruh tubuhku
menerima rangsang dari mulut
Mamaku. Dijilatnya selutuh batang
kemaluanku, mulai dari pangkal
sampai ujung. Tak ada bagian yang
terlewat dari sapuan lidah Mama.
Dikocoknya penisku didalam mulut
Mama, tapi tak semuanya dapat
masuk. Mungkin hanya ?nya saja
yang dapat masuk ke mulut Mama.
Kurasakan dinding tenggorokan
Mama menyentuh kepala penisku.
Sungguh sensasi sangat luar biasa
menjalar ke seluruh tubuhku. Cukup
lama juga Mama mengulum
penisku. Kurasakan batang penisku
mulai membesar dan makin
mengeras. Dari dalam kurasakan
ada sesuatu yang memaksa untuk
keluar. Merasa aku akan keluar,
Mama semakin cepat mengocok
batang kemaluanku. "Ma.. ah..
aohh.. Ma, Anton mo keluar, Ma.?
Akhirnya..Croott..croott..croott..
Hampir sepuluh kali cairan itu
menyembur dari ujung penisku.
Diminumnya dengan rakus maniku
itu. Dijilatnya semua, sampai tak ada
lagi cairan yang tersisa. Meskipun
sudah keluar tetapi penisku tetap
saja tegar meski tak seberapa keras
lagi. Melihat itu, Mamaku
menggosok-gosokkan penisku di
vaginanya. Merasakan gesekan-
gesekan lembut vagina Mama,
penisku mulai mengeras kembali.
Digengamnya penisku dan
diarahkan ke lubang peranakannya.
Dengan sedikit gerakan menekan,
penisku perlahan masuk
setengahnya ke vagina Mama.
Kurasa ini sudah mentok, karena
beberapa kali Mama coba untuk
menekan lebih keras lagi agar
penisku dapat masuk semua, tapi
keluar kembali setelah menatap
ujung rahimnya. Dengan
bersemangat Mama mulai menaik-
turunkan tubuhnya. Gerakan naik-
turun yang terkadang diselingi
dengan gerakan memutar, sungguh
merupakan sensasi yang sangat luar
biasa. Apalagi posisiku yang ada di
bawah sungguh sangat
menguntungkanku. Aku dapat
melihat payudara Mamaku naik-
turun seiring dengan goyangan
pinggulnya. Dengan gemas, kuraih
payudara yang menari-nari di
depanku itu. Kutarik payudara Mama
mendekat ke wajahku. Kulihat wajah
Mama meringis kesakitan karena
payudaranya kutarik dengan paksa.
Kugigit putingnya sampai berubah
warnanya menjadi kemerahan.
Kurasakan ada cairan putih susu
menetes keluar dari putingnya saat
kucucup payudaranya. Entah
mengapa aku sangat suka sekali
mempermaikan payudara Mamaku
ini. Kurasakan otot-otot vagina
Mama dengan kuat menyedot
penisku. Semakin lama kurasa
semakin kuat saja vagina Mama
menjepit penisku. Kulihat wajah
Mama nampak makin memerah
menahan orgasme kuduanya yang
akan keluar sebentar lagi. "Ton.. Ah..
Oougg.. hh.. Ton, Mama mau keluar
lagi, Ton.? Dan.. Seerr.. Kurasakan
cairan hangat membasahi penisku.
Ada cairan yang menetes disela-sela
pahaku saking banyaknya cairan
yang keluar. "Duh, Mama kok udah
keluar sih, ga mau nungguin
Anton.? "Maaf deh. Kamu juga sih
perkasa banget, Mamakan udah ga
tahan lagi.? Dengan sigap segera
kubalik tubuhku, sehingga kini Mama
berada dibawah. Tanpa banyak
bicara, segera saja kupompa
pantatku dengan cepat. Mendapat
serangan yang tiba-tiba itu Mamaku
menjerit-jerit kesakitan. Meskipun
vagina Mama udah becek banget,
tapi tetap saja terasa seret untuk
penisku. Tak kuhiraukan suara
Mama yang menjerit-jerit kesakitan,
yang ada dipikiranku saat itu adalah
aku ingin segera mengakhiri
permainan ini dan merasakan
nikmat yang akan datang padaku.
Kurasakan otot-otot penisku mulai
berdenyut-denyut dengan kerasnya.
Ada sesuatu yang berusaha untuk
keluar dari batang penisku. Kucoba
untuk menahannya selama mungkin
agar tidak segera keluar. Tapi jepitan
vagina Mama akhirnya meruntuhkan
pertahananku. Croott.. croott..
Maniku keluar juga, menambah
becek vagina Mama. Kubiarkan
penisku tetap didalam vagina Mama
untuk merasakan sisa-sisa
orgasmeku. Kurasakan vagina
Mama tetap saja berdenyur-denyut,
meski tak sekuat tadi. "Ma, terima
kasih ya, udah mau temenin Anton
main.?kataku dengan manja. "Kamu,
tuh, Ton, kalau mau main jangan
maksa dong. Masak Mamamu
sendiri kamu perkosa.? "Tapi Mama
senangkan?? "Iya sih!?Kata Mama
malu-malu. Sejak saat itu aku dan
Mama sering berhubungan sex
bersama kalau dirumah lagi sepi.
Kami pernah melakukannya sehari-
semalam karena aku berhasil masuk
ke PTN favorit. "Itu hadiah buat
kamu.?Kata Mamaku sambil
mengerlingkan sebelah matanya
dengan manja. ***** Siang itu
panas sekali terasa. Tidak seperti
biasanya panas matahari makin
menyengat saja. Segera kutancap
motorku agar aku cepat sampai di
rumah. Begitu sampai di rumah,
segera saja kulepaskan seluruh
seragam sekolahku dan langsung
saja aku meloncat ke kolam renang.
Byuurr.. terasa segar badanku ketika
tubuhku berada di dalam air. Rasa
gerah yang sedari tadi kurasakan
hilang sudah. Setelah puas berenang
segera kupanggil Bik Suti. "Bik,
cepetan kesini!? "Ya, Den. Ada apa,
Den?? "Bik, tolong buatin makanan
dan minuman ya, sekalian tolong
cuciin baju seragamku ya.? "Ya,
Den.?Jawab Bik Suti sopan. Perlu
kalian ketahui kalau pembantuku
yang satu ini sungguh berbeda dari
yang lain. Meskipun berasal dari
desa, ia mempunyai wajah yang
manis. Ia seumuran dengan Mbak
Ani. Tubuhnya sintal, apalagi
payudaranya, sungguh membuat
hati berdebar-debar setiap kali
melihatnya. Aku ingin sekali tahu
bagaimana rasanya berhubungan
sex dengannya. Mungkin sangat
berbeda rasanya. Begitu makanan
dan minumanku sudah diantar,
segera saja kuhabiskan dengan
cepat. Udah lapar banget sih. Tak
berapa lama kemudian datang Mbak
Ani menghampiriku. "Lagi berenang
ya, Ton?? "Iya nih, Mbak. Abis gerah
banget sih. Mbak mau ga temenin
Anton berenang?? "Iya deh, tapi
tunggu Mbak selesai makan dulu
ya.? Setelah selesai makan, Mbak Ani
menuju ke kolam renang. Aku
terpesona melihat kemolekan tubuh
kakakku ini. Dengan hanya
mengenakan bikini, lekukan
tubuhnya sungguh sangat
menggugah gairahku. Kurasakan
penisku mulai menegang. Kami
berenang sambil bermain lempar
bola. Kadang dengan kusengaja,
seringkali aku menyentuh belahan
vagina maupun payudara kakakku.
Tapi kakakku hanya diam saja. Tidak
telalu memperdulikan dengan
tindakanku. Pikiran-pikiran kotor
mulai merasuk ke dalam otakku.
Aku berfikir bagaimana caranya
untuk dapat menikmati tubuh
kakakku saat itu juga. Habis sudah
hampir seminggu aku tidak pernah
main lagi sama Mama. Tanpa
sepengetahuan kakakku, kupelorot
CD-ku sendiri. Penisku yang sudah
tegang dari tadi tampak melayang-
layang terkena ombak. Kudekati
kakakku dari belakang, dengan tiba-
tiba kuraba-raba dan kuremas
payudaranya. "Eh, Anton. Ngapain
sih kamu pegang-pegang payudara
Mbak?? "Nggak pa-pa kan? Abis
Anton terangsang banget melihat
kemolekan tubuh Mbak.? Mbak Ani
hanya diam saja. Aku semakin
berani meremas-remas payudara
kakakku. Kucopot BH-nya, dan
sambil menyelam aku melumat
payudara kakakku di bawah air.
Sambil menyelam minum susu,
pikirku. Kulumat-lumat
payudaranya, terkadang kutarik dan
kuremas dengan keras, sehingga
membuat kakakku makin bergairah.
Aku muncul ke permukaan air,
kucari bibir kakakku dan kucium
dengan buasnya. Tangan kakakku
meraba-raba selakanganku, mencari
benda tumpul yang mulai tegang.
"Anton, kamu tadi berenang ga pake
CD ya? Dasar, jorok kamu.?
Dielusnya dengan lembut benda
kesayanganku itu. Dikocoknya
perlahan dan menjadi semakin
cepat. Kurasakan ada dorongan dari
dalam penisku yang mencoba
keluar. Kucoba untuk menahan, tapi
kocokan kakakku yang semakin
cepat membuat aku mengeluarkan
maniku di dalam air. Kulihat maniku
yang berenang keluar melayang-
layang di air. Dibiarkannya aku
beristirahat sebentar, sambil
menunggu aku pulih kakakku
mencumbu mulutku dengan
buasnya. Kumasukkan jemariku ke
dalam vagina kakakku. Kukocok
terus hingga akhirnya kakakku
mencapai orgasmenya yang
pertama. Seiring berjalannya waktu,
penisku mulai tegang kembali.
Tanpa memberitahu kakakku,
kodorong dengan paksa penisku
untuk dapat masuk kedalam vagina
kakakku. Mbak Ani berusaha untuk
menjerit, tetapi jeritannya tertahan
karena mulutnya sedang beradu
dengan mulutku. Kumaju-
mundurkan pinggulku mengocok
vagina kakakku. Sungguh sensasi
yang luar biasa berhungan sex di
kolam renang. Otot-otot vagina
kakakku semakin lama semakin
berdenyut dengan cepat seiring
dengan makin cepatnya
goyanganku. Kurasakan penisku
mulai basah dengan cairan
kewanitaan kakakku. Karena aku
belum sampai makin kupercepat
saja goyanganku. Tetapi karena
berada di dalam air tubuhku menjadi
berat. Dengan penisku masih berada
dalam vagina kakakku, kuangkat
tubuhnya keluar dari kolam, dan
kurebahkan tubuhnya di atas
rumput taman. Karena
punggungnya bergesekan dengan
rumput, kakakku menjadi bergairah
kembali. Melihat hal itu aku semakin
bersemangat. Dan akhirnya. Crott..
croott.. croott.. Akhirnya aku keluar
juga, dibarengi dengan orgasme
kakakku untuk yang ketiga kalinya.
Tak kusadari ada seseorang yang
berdiri disampingku. Ternyata itu
Mama, entah sejak kapan Mama
berada di situ, yang jelas Mama kini
dalam keadaan telanjang bulat.
"Begitu ya ternyata kalian. Kalo maen
ga mau ajak-ajak Mama. Awas ya
nanti kupotong uang jajan kalian.?
kata Mamaku bercanda. Kucopot
penisku keluar dari vagina Mbak Ani.
Kulihat penisku mulai mengecil.
Melihat hal itu Mama segera jongkok
tepat di penisku. Diraihnya penisku
dan mulai dikocok penisku di dalam
mulutnya. Kuakui Mamaku ini sangat
pandai dalam permainan oral sex.
Tak berapa lama penisku mulai
tegang kembali. Diarahkannya
penisku ke arah kemaluannya.
Dengan sekali dorong penisku
masuk semua ke dalam vagina
Mama yang sudah basah. Perlahan-
lahan digoyangkannya pinggulnya.
Semakin lama semakin menggila.
Mamaku berteriak-teriak sambil terus
mengocok penisku. "Aahh.. sakit..
apa yang kamu lakukan Ani??
Ternyata tanpa sepengatauan Mama,
Mbak Ani memasukkan jemari
tangannya ke dalam lubang
anusnya. Mendapat perlakuan
seperti itu Mama akhirnya sampai
juga. "Ton.. Ani.. Mama mau
sampai nih.. ahh..? Seerr.. kurasakan
vagina Mama banjir seketika. Banyak
juga cairan yang keluar. Seperti tidak
mau kehilangan air mani Mama,
Mbak Ani menjilat-jilat vagina Mama
dengan penisku yang masih
tertancap di dalamnya. Karena posisi
Mbak Anis berlawanan denganku,
vaginanya tepat di wajahku. Tak
kusia-siakan keadaan ini. Ku oral
vagina kakakku, kugigit dan kutarik-
tarik klitorisnya yang sebesar kacang
itu. Mendapat perlakuan seperti itu
Mbak Ani semakin menggila
menjilati vagina Mama dan penisku.
Bahkan dengan gemasnya, klitoris
Mamapun digigit oleh Mbak Ani.
Mamakupun menjerit menjadi-jadi.
Gairah Mamapun bangkit kembali.
Penisku yang masih tertanam di
vagina Mama dikocok lagi. Mbak Ani
juga ikut mengocok penisku yang
tidak semuanya dapat masuk ke
dalam vagina Mama, dengan tetap
menjilat-jilat vagina Mama dan
penisku. Akhirnya kami bertiga
orgasme bersamaan. Dengan sisa-
sisa tenaga yang ada, mereka
bersandar di bahuku. Sambil
menikmati panasnya sinar matahari,
kami berbaring di taman. Setelah
puas menikmati teriknya sinar
matahari, Mamapun berdiri dan
masuk ke dalam rumah dengan
keadaan tubuh masih telanjang
bulat, disusul kemudian dengan
Mbak Ani. Merasa ditinggal sendirian
akupun juga ikut masuk ke dalam
rumah setelah memakai CD-ku
kembali yang ada di kolam. Hari itu
badanku terasa pegal-pegal semua.
Aku semalam tadi habis lembur
mengerjai Mama dan Mbak Ani.
Kucoba kurebahkan diriku di kasur
mencoba untuk tidur. Tapi karena
kecapekan badanku terasa makin
sakit. Akhirnya kuputuskan untuk
memenggil Bik Suti untuk memijat
diriku. "Bik, bisa minta tolong ga??
kataku di balik pintu kamar Bi Suti.
"Oh, Den Anton. Ada perlu apa,
Den?? "Bik, tolong pijitin aku yah,
badanku pegal semua nih.? "Iya,
Den.? Tanpa banyak bicara, segera
saja kutarik tangan Bik Suti menuju
ke kamarku. Begitu sampai di
kamar, pintu segera kukunci rapat-
rapat tanpa sepengetahuannya.
Segera kurebahkan tubuhku di atas
kasurku yang empuk itu. "Bik, kok
bengong aja. Cepetan dipijitin dong,
udah capek banget nih.? Bik Sutipun
memposisikan dirinya disampingku.
Diarahkan tangannya ke leherku.
Dengan lembut dia memijit leherku
dan juga bahuku. Akupun akhirnya
terangsang juga dengan pijatan-
pijatan Bik Suti. Kurasakan penisku
terjepit, karena saat itu aku sedang
tengkurap. Pijatan-pijatan Bik Suti
kemudian turun ke punggungku dan
ke pantatku. Ku merasa keenakan
karena pantatku dipijat seperti itu.
Peniskupun menjadi semakin sakit
karena terjepit. Kusuruh Bik Suti
untuk berhenti dan kemudian
kulepas semua pakaian yang
melekat hingga akhirnya aku
telanjang bulat. Kulihat wajah Bik
Suti memerah melihat penisku yang
sudah dalam ukuran sempurna itu.
Kubaringkan tubuhku lagi, dengan
posisi terlentang penisku terlihat jelas
di mata Bik Suti. Dengan malu-malu
mata Bik Suti melirik kemaluanku.
"Den, penisnya biar Bibik pijat juga
yah. Pasti penis Den Anton
kecapekan, kan tiap hari dipake
terus.? "Lho, kok Bik Suti bisa tahu??
"Iya, Den. Habis tiap malam Bibik ga
bisa tidur mendengar suara Nyonya
sama Mbak Ani yang lagi maen ama
Den Anton. Rame banget sih
suaranya.? "Bik Suti mau ga maen
sama Anton??tanyaku mencoba
untuk merangsangnya. "Ah, Aden..?
jawab Bik Suti malu. Digenggamnya
penisku itu, lalu perlahan dipijit. Mulai
dari ujung sampai pangkal penisku
dipijit oleh Bik Suti. Tak ketinggalan
juga dengan dua buah pelir yang
menggantung di bawahnya. Pijatan
pada penisku sungguh sangat enak
sekali. Kuberanikan tanganku
mengelus paha Bik Suti yang mulus
itu. Dia diam saja. Kuraba pahanya
dan terus naik hingga masuk ke
dalam roknya. Kuusap-usap
vaginanya yang masih terbungkus
dengan CD. Kucoba memasukkan
jariku disela-sela CD-nya.
"Ouugghh.. tangan Aden nakal..?Bik
Suti mengerang menahan
rangsangan yang kuberikan. Tanpa
kuduga, wajah Bik Suti mendekat ke
kemaluanku. Dikulumnya penisku
hingga basah semua. Bik Suti
sungguh pandai mengulum
penisku. Karena kurasakan aku
hampir sampai kusuruh Bik Suti
untuk berhenti. Kutindih tubuhnya
dan segera kubuka CDnya yang
masih melekat. Segera saja
kuarahkan penisku itu ke lubang
vaginanya. Dengan susah payah
kucoba untuk menembus
pertahanannya. Tapi selalu saja
gagal. Akhirnya dengan bantuan Bik
Suti, peniskupun berhasil masuk
juga. Kodorong pelan-pelan agar
tidak terlepas dari jalurnya. Perlahan
kokocok penisku. Bik Suti cuma bisa
merem-melek menerima serangan
dariku. Tangannya meremas-remas
payudaranya sendiri yang masih
terbungkus bajunya. Kutarik dengan
paksa baju yang masih melekat itu
hingga sobek. BH-nya yang juga
menghalangi kutarik dan kubuang
jauh-jauh dari tempat tidurku.
Segera saja kulumat payudara Bik
Suti yang sudah tegang. Kurasakan
lubang Bik Suti sudah basah oleh
cairannya sendiri. Kocokanku
semakin lama semakin kupercepat,
dan akhirnya. "Bik, Anton mau
keluar nih..? "Iya, Den. Keluarin aja di
dalam..Biar
enak..Aahh..Oouugghh..Bibik juga
mau keluar, Den.? Crroott..crroott..
Akhirnya kami berduapun orgasme
bersamaan. Segera kutarik penisku
dan kuarahkan ke wajah Bik Suti.
Mengerti dengan maksudku penisku
langsung dikulumnya. "Bik, udah
larut nih. Mending Bibik tidur aja
sekarang, ntar kecapekan lo.? "Iya,
Den. Makasih banyak lo tadi.?
"Sama-sama, Bik.? Kurebahkan
tubuhku. Dengan badan masih
telanjang bulat tanganku mulai
memainkan penisku. Karena
kecapekan aku hampir saja tertidur,
tapi mengetahui pintu yang terbuka
aku segera terbangun. "Anton,
kamu tadi maen yang sama Bik
Suti.? "Eh, Mama. Iya, Ma. Tadi sih
niatnya cuma mo minta dipijitin
doang, tapi keterusan..? "Dasar
kamu tuh ya yang kegatelan. Tapi
kamu masih kuat kan?? "Sebenernya
sih Anton udah capek banget sih,
Ma. Tapi kalo Mama mau maen,
ayo!?kataku dengan semangat.

Terima kasih sudah mampir disini, jangan lupa untuk balik lagi ya....
Koleksi Foto bugil terlengkap, Foto bugil Tante Girang, Foto Bugil Pelajar, Foto Bugil Jilbab, Gambar Memek, Video XXX, Cerita Sex, Foto Bugil Terbaru, Foto Bugil 2014, Video Bokep Indo, Jepang, Barat, Video Streaming

Cooltext1363165660
Di Dukung oleh
Tusfiles-logo
U-
ON
xoxHits.com
- free counter service
TOP RANK
All right Reserved
Created By :
[ EZROD - ANDIKA ]
Powered by : SEXTGEM
© 2014 - 2020